Jumat, 04 November 2016

Hijab

memutuskan untuk menggunakan hijab bukan hal yang gampang rasanya buat saya...
butuh waktu pastinya.

2 kali mimpi didatangi sosok besar bercahaya putih, yang pertama di dalam ruangan, entah apa tapi rasanya dinding itu dingin berwarna coklat, dan saya sadari itu adalah tanah, kemudian saya tahu berada di dalam kubur. sosok itu cuma bertanya, kapan menutup aurat, saya cuma diam. kedatangannya yang kedua, sosok itu tetap bertanya hal yang sama, cuma saya lupa detil mimpinya, intinya ia menanyakan hal yang sama, dan saya masih diam...belum merasa bahwa ini pertanda.

suatu hari, saya dapat hadiah dari Gusti, berkah yang gak pernah saya bayangkan, melihat ka'bah secara langsung. disana saya pastinya berhijab, pulang dari sana saya berharap ada panggilan untuk berhijab dan mantap...ternyata gak juga. menjadi pertanyaan dalam diri sebenarnya, kenapa yaa kok belum terpanggil hati ini, padahal sudah ada banyak tanda...
pulang dari mekah, saya tetap jadi saya, dengan rambut yang terurai, rok pendek selutut, kata2 yang selalu bergunjing disengaja atau tidak...

tepat setelah idul fitri, 
saya 'menantang' diri saya, 
memastikan sama Gusti, mencari jawaban, kenapa blm juga merasa mantap terpanggil berhijab
saya pakai satu stel hijab syari berwarna hitam berbahan yang sudah pasti akan merasa panas...
saya minta jawaban langsung sama Gusti, saya akan pakai stelan ini selama satu hari penuh dengan perjalanan silaturahmi kesana dan kemari, jika ada setetes keringat dan saya merasa panas, memang belum mantap hati saya untuk berhijab...

nyatanya...
tidak ada setetes keringat pun hari itu, 
tidak ada rasa panas sedikit pun,
padajal cuaca panas luar biasa.
ini jawabannya??

iyaa....ini jawaban Gusti.
setelah hari itu, saya mantap berhijab.

kalo dipikir-pikir, yaa ampuunnn...saya merasa gak mantap hanya karena takut kepanasan di dalam hijab yaa...😊😊

satu hal yang unik di perjalanan awal saya berhijab...
saya pikir, dengan berhijab saya bisa jauh dari hal-hal yang negatif, atau setidaknya omongan yang negatif...
jujur...saya belum paham apa yang namanya menjaga hijab, saya hanya tahu yang penting sudah tertutup, membuktikan saya orang baik.
ternyata gak semudah itu yaa...

hijab saya banyak di coba,
cobaan-cobaan yang gak disangka, datang satu persatu bahkan menumpuk, cobaan yang saya pikir gak akan singgah di saya...
malah sempat berpikir, sebelum berhijab hidup saya penuh syukur setiap hari...setelah berhijab justru saya sempat ingin mengumpat dari Gusti.

karakter saya berubah, 
iyaa...berubah banget.

suatu hari bertemu rekan yang memutuskan berhijab,
berceritalah ia mengenai hidupnya yang sekarang sedang ada masalah,
lebih complicated.

dan ia bertanya,
"seberapa banyak cobaan lo setelah berhijab?"
saya diam

"gw ga pernah kepikiran buat berhijab, tapi setelah berhijab kok masalah makin numpuk ya...banyak"
saya masih diam

"ternyata berhijab itu bukan solusi buat build image kita jd bagus...justru sebaliknya ya...lebih susah jaga hijab..."
saya cuma senyum.

iyaa bener...
susah ternyata jaga hijab yaa...
mungkin masalah rekan saya ini lebih berat dari saya, tapi setidaknya dia sadar akan adanya Gusti disampingnya...
gimana pun caranya, jangan pernah terpikir buat lepas hijab, jangan pernah terpikir buat menyalahkan Gusti, begitu katanya...

 

Sabtu, 30 Juli 2016

TERRACE

"relantionship concept"

secangkir teh di atas meja berkayu coklat kemerahan, suasana hening sejenak selepas maghrib.

seruput teh yang masih panas, dan sendiri.

fiuhh...
sebel...
iyaa sebel...

selalu ga suka menikmati suasana selepas maghrib begini, sendirian.
apalagi, sedari pagi masih ada yang mengganjal di hati...belum selesai rasanya obrolan sama si mas, belum lega rasanya...and he isnt home right now.

tarik nafas panjang, pejamkan mata sejenak, dan berkelanalah pikiran ini,
saya pun menikmatinya.

beberapa lama dengan sosoknya,
kami tahu dan sadar betul, if relationship need a concept.

buat apa?

getting stronger.

ga mudah menjalankan hidup bersama yang akan terus monoton, akan jadi yang begini-begini saja jika tidak diwarnai.
bukan malah menjadi hal yang mudah dengan kebersamaan, justru akan menambah banyak permasalahan, apalagi jika kita ga punya pondasi kuatnya...
gampang ya ngomong...
iya...semua orang tahu soal ini.
a marriage, is not an easy thing.

kenapa suasana saat pacaran, berbeda dengan dunia pernikahan?
karena...
ada beberapa hal yang dilupakan
dan sudah tidak lagi dijadikan kebiasaan,
menganggap biasa setiap perubahan manis dan mungkin kecil saat pacaran
seperti hanya sekadar bilang...love u.

padahal,
hal simple ini yang punya peran banyak,
yang justru bisa jadi pondasi.

genggaman tangan yang selalu dilakukan, 
little kiss emoticon at chat,
something surprising with a little thing,
kecil...iya kecil
tapi...ini guna banget.

ini yang selalu saya sadari dari sosok lelaki yang selalu saya panggil...mas.

dari banyak malam yang kami lewatkan, ternyata melahirkan beberapa konsep yang kami usahakan selalu ada, saling tegur saat kebiasaan kecil tak lagi dilakukan.

touching,
percaya atau tidak, ini meluruhkan semua rasa di hati, kebiasaan kecil yang selalu mas lakukan di mobil, nyetir dengan terus pegang tangan saya, even when im fall a sleep, dan saya bisa tahu kalau dia ga pegang tangan saya, he feels something...dan saya pasti akan tanya, what happens?
dan kami selalu membiasakan untuk harus selalu menjawab...apapun itu.

hugging,
little hugging give us support n comfort each other, we believe it, recharge power, mood booster...atau sejenisnya.
kami melakukan ini everyday.

kissing,
ini si mas yang selalu membiasakan,
cuma dengan kiss, dia bisa tahu perasaan hati saya...hahaha
*ups
dia tahu, saya ga akan mau he kiss saat perasaan saya sedang ga mood, or negative feelings.
dan dia akan tanya, what happens with me, ini saatnya saya untuk menjawab, apapun itu.

memanas pipi ini, 
ingat hal-hal kecil yang selalu si mas lakukan...
dia pun percaya, give a little surprise will make this relationship stronger.
si mas hobi kasih saya coklat,
walaupun coklat yang sama, tapi cara bagaimana coklat itu sampai ke saya, itu yang selalu saya tunggu, what next.

seruput teh sekali lagi yang ternyata sudah hilang panasnya,
dan berusaha mengembalikan pengelanaan pikiran saya ke suasana menjelang malam.
tersenyum merona wajah ini.

dan sebuah mobil box merubah rona merah di wajah saya dengan kerutan di dahi...dan mulut yang semakin terbuka lebar, saat si mas tetiba muncul dengan senyuman di depan pagar.

"hai sayang..."

"kamu ngapain mas..."

dia pun melirik sesuatu yang ada di belakangnya, sesuatu yang besar diangkat 2 orang dari sebuah toko hardware

kuning...
iya...warna kesukaan saya, kuning.
dan besaaarr...

si mas meminta petugas meletakkannya di garasi...

"muka kamu kenapa gitu sayang?"

dan saya pun tidak lagi bisa mengumpatkan tawa saya...meledak.

dan ia memeluk saya.
and i say thanks...

its suprising me.

ia mengunci pintu mobil otomatis, dan mengangkat benda kuning besar itu masuk ke pekarangan rumah...sementara ia membiarkan mobil kami terparkir di luar pagar.

"teh saya?"
tanyanya

dan saya menuangkan teh ke dalam sebuah cangkir, terus tertawa.
iya...saya tertawa.

saya yang selalu suka dengan tawa perempuan ini...apapun saya lakukan untuk terus melihatnya tertawa, termasuk membelikannya tempat sampah besar berwarna kuning, yang sempat kami bahas dalam candaan kami di teras,
menyeruput teh di sore menjelang malam, sambil memandangi tempat sampah besar berwarna kuning

buat apa?

hanya untuk membuatnya terus tertawa,
dan mewujudkan semua mimpinya,
membuat surprise everyday, to show her, i love her.

simple thing,
but we know,
it works.

-every relationship has their own concept-





Minggu, 13 Maret 2016

TERRACE

"Relationship is about a support"

Mobil terparkir mundur di garasi,
2 hari yang melelahkan, menghabiskan waktu berjam-jam untuk 6 mata kuliah...

But this nite...
Here I am, back home finally

"hola sayang..."
Pintu terbuka tepat saat saya menutup dan mengunci otomatis mobil.

"hollaa darl...not sleep yet?"
Dia menggeleng sambil berjalan keluar pintu dengan 2 gelas teh panas

"comes in sayang, I made 2 cup of tea for us, wanna sit?, just accompany me to hear your day..."

This moment,
Yang selalu saya suka, duduk di teras dan menyisakan sedikit waktu kami untuk sekadar bercerita...about anything.

"anak-anak udah tidur mas?"
Tanya saya sambil menyeruput secangkir teh panas yang ia sodorkan, dan duduk di kursi bernuansa betawi

"udah...agak sore tidurnya, karena tadi siang ga tidur, sempet saya ajak berenang, tp cuma sebentar, si bungsu mulai ngantuk kayaknya jadi agak rewel..."

"ooo sempet berenang..."
Saya kembali menyeruput teh panas buatannya, yang selalu pas manisnya...i love it, lika how I love him.

"makasih ya mas, udah mau jaga anak2"

"heeiii...its okay, fokus aja sama cita2 kamu sayang...i support u, a hundred percent..."
Dan saya tersenyum, 
Dia yang selalu menggengam tangan saya in any condition...

"thank you..."
Ucap saya tanpa suara, hanya bahasa bibir...

"i love u..."
Balasnya dengan bahasa bibir, hal yang selalu dia lakukan, dan selalu berhasil membuat pipi saya panas dan memerah...

"anyway...gimana kuliahnya hari ini sayang?"

"mmhh...i have much good thing hari ini, belajar tentang hidup, pengaplikasian ilmu komunikasi dalam hidup"
Dan saya memulai bercerita...

Manusia itu, banyak dipertemukan dengan beragam kondisi, situasi dan masalah...apapun itu tergantung manusianya, bagaimana pola pikirnya. 
Pintar2 menempatkan diri, dengan siapa berhadapan dan sebagainya.
Kalo sampai saat ini kita belum kaya secara materi, itu tergantung dengan anda sebelum memasuki dunia yg baru, bagaimana anda meng-konstruksi pola pikir anda, kalau anda sudah menikah, otomatis sudah ada pola pemikiran, bagaimana nanti punya rumah, mobil untuk kendaraan saya, pasangan saya dll. Bukan lagi kata2 'kok saya ga kaya-kaya yaa..." karena ini kembali kepada, sebelumnya apa yang anda lakukan sebelum hari ini...bagaimana anda memetakan pemikiran anda sebelum hari ini, jika hari ini anda sukses, pasti karena anda telah meng-kontruksi pemikiran anda, so bukan seberapa kaya  anda, tapi bagaimana anda mampu melakukan kontruksi pola pikir anda. 
Hidup adalah sebab akibat.

Yang selalu saya kagumi dari sosok perempuan di depan saya adalah, caranya bercerita dan selalu membuat saya terkagum...
Saya yang mencoba menjadi pendengar dan partner yang baik, but I love her until this second.

Dia yang menciptakan beberapa konsep dalam our relationship, dan sejauh ini berhasil...

"kamu capek banget kayaknya, saya borehin minyak kayu putih sebelum tidur, mau?"
Dan dia mengiyakan dengan anggukannya...

End of our story at terrace





Rabu, 16 Desember 2015

Dear Aira

Dear Aira
#3

@office, my behind desk

Happy birthday my bestt
Selamat 3 tahun ya nakk cantikk...

Finally
Selesai juga pembuatan souvenir ulang tahun kamu heheh..

16 Desember 2015
Sekarang kalo ditanya berapa umurnya aira?
Kamu pasti jawab ti...gaaa tauunn

Sebelum ulang tahun kamu, uyut nima meninggal nak cantik, sedih...apalagi ibu sempet galak banget sm uyut😭😭

Biasanya emak selalu bikin nasi kuning sama tumpengan kalo kamu ulang tahun, tapi tahun ini nggak dulu ya, soalnya pas 7 harian uyut...

Anyway...
Hari ini ibu happy, karena kamu ulang tahun, ibu kasih tema ulang tahun kamu ini namanya "belajar berbagi"

Berbagi kebahagiaan bertambahnya 1 umur kamu...mudah2an bisa konsisten sampai tahun-tahun berikutnya ya nak cantik...

Terus belajar ya aira, berbagi kebahagiaan itu ga cuma di tanggal kamu ulang tahun, ga juga harus berbagi dengan yang mahal, peduli sama orang-orang sekeliling kamu ya nakk...
Karena ibu melakukan itu, jadikan itu kepuasan tersendiri dengan melihat orang lain senang😊

Pagi-pagi kita udah angkut-angkut souvenir ke sekolah kamu...
Bunda-bunda di sekolah baikk banget, karena bikin acara syukuran dan doa bersama...tapii aira bagiin souvenirnya sambil ngantukk

Abis bagi-bagi souvenir di sekolah
Terus lanjut bagi-bagi souvenir temen2 aira di rumah...
Agak ujan gerimis, ditemenin abel pake payung...seru dehh☺️☺️☺️

Happy birthday nak cantik
Jadi kebanggan ibu yaa😘😘😘

Senin, 07 Desember 2015

Dear Aira

#2 

7 des 2015
Behind the desk, the computer - office

"iiihhh ibu kok kelja sih...ibu ganti baju, ganti baju, ga boleh kelja..."
n then u crying out loud Aira.

Udah jelas deh cara kamu ngomong aira, nah ini yang hampir setiap hari ibu denger kalo mau berangkat kerja hihihi..

Sedih rasanya,
Tapi ibu mesti berangkat kerja nak😊😊

Sebel ya pasti kamu ibu tinggal terus tiap hari, ibu juga pengen tiduran seharian, main sama aira, dengerin aira, ngoceh cerita apapun, tapi ibu cuma bisa kasih pengertian yang sedikit...Ibu kerja buat aira, maaf yaa waktunya mesti ibu pakai buat sesuatu yang mungkin ga harus buat aira, apalagi waktu aira bilang gini...

"ibu ga usah kelja sih...bapak aja yang kelja..."
Ibu cuma angguk-angguk dan bilang amiin ya aira...

Selalu ada jawaban kalo ibu mau pamit kerja...
"ibu kerja kan buat aira, aira mau beli apa?"

Dan kamu jawab sambil nangis,
"ila ga mau apa-apa, mau ibu aja"
☺️☺️☺️

"sepeda mau?"
"ga mauu..."
"ibu kerja kan buat aira sekolah, nanti bayar sekolahnya gimana?"
"ga usah sekolah..."

Pengen senyum-senyum deh kalo ngobrol ini sama aira hampir tiap hari.
Tapi ga bisa bohong, ada yang sakit aira hehhe...

Its okay, 
One day aira ngerti kenapa ibu mesti kerja yaa...

Ini yang namanya perngorbanan ya aira, entah lelah, sakit atau apalah rasanya, udah ga ibu rasain, tapi ibu ga pernah merasa ini berkorban...ibu mau aira tau, ibu ada loh...

Barusan ibu telpon airaaaaa...
Selalu seneng deh kalo telpon aira,
Tapi sebel kalo aira suka ga mau terima, kayak tadi tuh, aira bilang sama engkong ga mau terima telpon ibu, kata engkong lagi kesel, ga lama aira bilang sendiri sama ibu, sebel sama aal, nakal ihh kata aira...hehe

Tiap anter sekolah,
Ibu selalu bilang,
No no marah2 ya aira, no no nangis, no no galak yaa...
Temen ibu...temen ibu, sambil kasih kelingking ke aira, aira sambut kelingking ibu sambil muterin biar jempol kita ketemu, terus lidah aira bunyi 'clok' hihihihiii...

Dan selalu ibu bilang,
I love u aira
Suara cempreng aira bales, 
"i lopyu tu"

Ibu selalu cari cara supaya aira ngerti ibu harus kerja tiap hari...
Sampe akhirnya ibu jembrengin semua yang aira atau ibu lakuin setiap hari...

Salah satunya,
Kalo aira sekolah, berarti abis ibu jemput aira pulang sekolah, ibu kerja ya...

And it works...

Kamu ngerti loh...
Jadi tiap hari kalo ibu mau kerja, kamu selalu bilang,
"ibu mau kelja, boleh kok..."
Peluuukkkk....

Jadi temen terbaik ibu ya nakk...
Karena ibu bakal jadi temen terbaik aira, biarpun mungkin aira ga anggep hehe...

Love u my best



Dear aira

#1

18 nov 2015
@ behind the desk, office

Dear aira
Baru kepikiran buat bikin satu tulisan tentang aira, karena ibu ga bisa kasih apa2 ya aira, cuma mau aira ngerti one day..

Dan baru hari ini mampu meluangkan waktu menulis sedikit tentang aira, soalnya ibu lagi mempersiapkan syukuran ulang tahun aira yang ke-3 bulan depan...ibu senang aira.

Ibu cerita sedikit boleh ya cantik, mungkin dimulai dari aira lahir, mudah-mudahan ibu ga berderai air mata ya...

Waktu tahu akhirnya ibu bisa hamil, dan itu hamil kamu, serasa seluruh dunia bersyukur, ga ada alasan ibu buat ga bersyukur karena mau punya kamu aira..

Periksa USG ternyata ada bayi cantik di perut ibu, terpikir beberapa nama...
Yang mana ya, yang akan bisa mewakili sosok kamu nanti...punya pribadi yang cantik, hati yang baik, peduli sesama ya cantik...

Tercetuslah nama aira
Yang diambil dari kata air, unsur air, yang mudah beradaptasi dengan sekitar, apapun wadahnya, yang mampu menyejukkan semua orang.

Bisa juga jadi singkatan, Anak Indonesia RAya...cinta tanah air ya cantik.

Berangkat dari niat bapak dan ibu yang mau anak2 kami itu tahu dimana mereka berpijak, Indonesia, tercetuslah nama Samalona, pulau kecil cantik yang dikelilingi air, ada di Makassar pulaunya.
One day, ibu ajak kesana ya.

Bertambah usia, aira makin pinter, makin cantik...
Dan akhirnya masuk sekolah di usia 2 setengah tahun, playgroup yang ada di deket rumah emak.

Sekolahnya sederhana, biayanya juga murah, tapi didikan sekolah ini bagus menurut ibu. Aira bisa hapal doa sebelum makan, doa mau tidur bahkan beberapa surat pendek, diajarin sama bunda Fitri di sekolah, kamu cepet menghapal cantik, walau kadang kamu rewel kalo ibu minta mandi buat ke sekolah.

Ibu mesti kerja lagi nih...
Nanti berlanjut ya nak...



Sabtu, 21 November 2015

CAPEK MANA...

Kemarin siang,
Baca post dari seorang teman, a mommy with 1 son, and a carrier woman..
This is what she posted.


CAPEK MANA?

Kita, ibu rumahtangga ini, tanpa sadar sering jadi ratu drama. Merasa diri menjadi orang paling teraniaya sedunia.

Kamu kan ibu rumahtangga juga,segitunya amat sih men-judge sesama?

Lha justru karena saya ini ibu rumahtangga, maka saya bisa menilai seberapa drama-nya saya :D

Gimana nggak drama, kalau yang saya baca adalah artikel yang hanya mendukung penilaian tinggi tentang diri saya saja. Dan mengelu-elukan profesi saya yang konon paling mulia sejagat raya. 

Suatu ketika, di saat emosi sedang mencapai puncaknya, dan kelelahan fisik mendera, kita pernah donk berandai-andai jadi ibu pekerja.. yang wangi berseri setiap pagi, dengan dandanan natural dan tas yang selalu ganti..

Sedang kita masih seperti serigala kesurupan membangunkan anak-anak yang susah makan. Belum mengurusi kaus kaki suami yang keselip entah kemana.. segala keruwetan dunia sepertinya tertumpah ke kita semata.

Kita akan berfikir, sekaligus jumawa, kira-kira bisa nggak ya, ibu pekerja itu melakukan hal-hal yang kita lakukan ini? Makan siang sambil nyebokin anak BAB, tidur siang sambil berdiri (asli ini pernah saya lakukan saking lelahnya momong dua Balita), menggoreng ikan sambil menggiling pakaian sekaligus menggendong bayi, dan mendongeng buat kakaknya.. bisa nggak ya?

Sedangkan mereka pagi-pagi sudah cantik, seolah tinggal mengurusi diri sendiri saja. Anak-anak ada asisten yang entah mengapa betah kerja bertahun-tahun dengan mereka, sedang asisten kita tiap bulan minta resign karena tak betah punya majikan ibu rumahtangga..

Uang, mereka jelas ada. Suami..nggak kalah ganteng dengan suami kita. Status sosial..oh mereka di atas kita. Kita kalah telak kalau mau bersaing dengan mereka. Ditambah entah mengapa kecantikan mereka rasanya di atas rata-rata. Lengkaplah sudah penderitaan kita..

Apa bisa mereka melakukan apa yang kita lakukan?

Padahal.. di sisi lain..

Saat ibu cantik itu melewati rumah kita ketika hendak berangkat kerja, mereka ingat akan kerinduan menyuapi nasi goreng ke perut anaknya.

Perjalanan menuju kantor itu sendiri tidak pernah mudah. Apalagi tinggal di ibukota yang kalau dituruti, jalan raya ini bisa bikin gila. 

Mereka harus berdesakan dengan banyak orang di dalam kereta, di dalam bis kota. Berpeluh-peluh padahal matahari belum juga tinggi.. bisakah kita melewati pagi dengan hiruk pikuk begini?

Di kantor..tumpukan pekerjaan menanti. Bos ngomel tiada henti. Deadline menunggu ditepati. Sementara pembantu di rumah SMS melaporkan si bayi yang panas tinggi.. bisakah kita melalui hari semacam ini?

Kita makan siang sambil nyeboki. Mereka bisa jadi tak sempat makan karena jam istirahat harus ia tebus untuk memompa ASI. Atau lari ke apotek demi membeli obat si bayi..

Kita punya suami yang sangat mengerti. Gajinya tak pernah dianggap uangnya sendiri. Mereka yang kita anggap punya uang tak berseri itu, bisa jadi tak pernah menikmati uangnya sendiri karena cicilan menanti. Atau suami yang tak tahu diri.

Kita masih bisa menunda PR anak di siang hari, ketika lelah, untuk dikerjakan malam nanti. Tapi mereka, tak boleh ada kata lelah sepulang kerja. Karena anak mana pernah bisa ditunda. Mengingat hanya malam yang mereka punya.

Kita bisa menyegerakan tidur kala badan serasa habis digebuki. Toh esok masih ada hari. Tapi mereka hidup untuk anak dan suami hanya pada malam hari. Esok pagi berarti tak ada hari yang terluang kembali.

Kalau ini yang terjadi pada kita.. bisa jadi kita yang lebih dulu menyerah daripada mereka.

Kita lelah, itu sudah pasti. Ibarat petani, kita sedang memasuki mongso labuh. Masa menanam yang capeknya lahir dan batin.

Tapi bukan berarti ibu yang bukan ibu rumahtangga memiliki level kelelahan di bawah kita. Mana pernah kita tahu di balik seragam cantik itu, ada sepotong hati yang pilu?

Seorang ibu, apa pun profesinya, adalah ibu terbaik untuk anak-anak mereka.

Mari jadi ibu rumahtangga yang fokus mengurus rumah kita saja. Biarlah mereka dengan dunia dan rumah mereka. Tak perlu membandingkan. Apalagi menyesali pilihan. Ingatlah selalu, dalamnya masalah setiap orang tak pernah ada yang tahu 

Karena menjadi ibu, mau bekerja ataupun tidak bekerja, dia tetap orang yang melahirkan anak-anaknya.

Salam ibu rumahtangga


Nice post buat saya...
Saya yang ga pernah mau tahu urusan orang lain, terutama pilihan untuk jadi wanita pekerja atau ibu rumah tangga, buat saya seorang ibu yang melakukan pilihan adalah mereka yang selalu ingin jadi yang terbaik buat anak2 mereka, yang kita ga pernah tahu apa alasan mereka dengan keputusan mereka, cuma mereka yang tahu, so...buat apa ribet mikir urusan orang.

Saya,
Nggak pernah nyinyir sama sosok ibu rumah tangga yang mungkin terlihat ga gaul, ga fashionable, ga cantik atau apapun itulah, justru buat saya mereka hebat, apalagi mereka yang tadinya berkarir hebat lantas punya keputusan to be a full mom, membayangkan pekerjaan mereka yang banyakk tanpa henti mungkin, 24 jam tanpa tergaji...
Well they are a great mom.

Iri saya,
Ibu yang di rumah itu bisa full perhatian sama anak2nya, tahu persis bagaimana perkembangan anak2nya...

Betul,
Tak mudah jadi ibu pekerja,
Banyak alasan mengapa sampai sekarang saya masih bekerja.
Buat apa?
Buat yang terbaik menurut saya...
Anak dan keluarga saya.

Lelah, pasti.
Tak cuma fisik, tapi hati dan pikiran.
Lelah fisik bisa tidur, tapi saya belum pernah merasakan tidur yang lelap di hari2 saya bekerja...cuma karena ingin punya waktu lebih dari 24 jam buat si bocah, yabg akhirnya jatuhlah menjadi lelah pikiran dan lelah hati.

Menangis...
Sedih...
Jangan ditanya...sering saya mengumpat soal ini.
Betul, ada hati yang pilu
Banyak ke-khawatiran, apalagi mengenai perkembangan si bocah...
Dapat laporan ini dan itu dari guru di sekolahnya, rasanya ingin marah saja kalo laporan itu tentang kenakalannya, terkadang ga ingin juga marah karena merasa ia nakal karena kurang sentuhan ibunya...sedih.

Ya...dengan terpaksa bocah ini saya titip ke ibu saya, sejak ia lahir.
Karena masih harus bekerja, saya ga bisa juga ambil baby sitter karena khawatir, alhamdulillah ibu saya mau membantu merawat, karena ia pun ga rela si bocah dipegang orang lain.

Tapi cemoohan ga berhenti sampai disini,
Ada saja yang ngepost tetang ini dan itu,
Salah satunya adalah (saya agak lupa isinya, intinya begini...)

"ibu kita bukanlah sosok yang harus dibuat lelah dengan mengurus kita bahkan sampai harus mengurus anak2 kita, cucu mereka, sedangkan kita asyik bekerja mengumpulkan materi..."

Tak usah dibayangkan bagaimana ini menusuk hati saya...
Sampai tidak tahu harus sedih dengan menangis atau menyalahi diri sendiri.

Merasa tidak mampu.

Tak henti lah orang2 diluar sana mencaru celah salah kita. 

Buat saya, tak apa membahagiakan orang dengan membahas gosip tentang kita, yang padahal itu menyakiti kita...
Yang terpenting saya tidak melakukan hal yang sama, karena saya tidak pernah tahu alasan mereka memilih arah hidup mereka.
Walau, tak bisa juga saya menghentikan cemoohan mereka, karena mereka tidak pernah tahu kondisi atau alasan saya memilih arah hidup saya.