Belum nikah juga ya?
Pacar aja belum ada ya?
Kapan mau nikah?
Kapan mau punya momongan?
Jangan kerja melulu, kasian anaknya?
Siapa yang jaga anaknya di rumah, kok tega sih?
Kapan mau punya adik buat si sulung?
And bla bla bla...
Pernah dengar beberapa pertanyaan ini?
I called it, unfinished question.
Coba dipikirkan secara nalar,
Siapa yang ga mau punya pacar, siapa yang ga mau nikah, siapa yang ga mau punya anak, siapa sih yang ga mau hidupnya berjalan sesuai dengan yang seharusnya.
Mungkin karena,
Hampir setiap orang berpikir bahwa, hidup yang seharusnya adalah
Lulus sekolah tepat waktu
Dapat pekerjaan
Punya pacar
Lantas menikah
Punya anak
Satu, dua, atau bahkan sebelas anak dengan kombinasi laki-laki dan perempuan.
Lalu,
Siapa yang harus disalahkan kalau ternyata ada satu garis terputus yang akhirnya hidup seseorang tidak berjalan seperti seharusnya?
Mungkin seperti kasus saya,
Bukan kasus besar, tetapi ada di lingkungan saya, pastinya ada di lingkungan hampir semua orang.
Saya bersuami dengan 1 orang anak perempuan, wanita pekerja, memiliki 1 rumah, 1 kendaraan roda dua, 1 kendaraan roda empat
Well...sampai sini, terlihat hidup saya berjalan sesuai dengan yang seharusnya.
Mari menengok 2 orang rekan saya,
Si A, wanita pekerja, sudah menikah, pendapatan lumayan tiap bulan, smart dalam pekerjaannya, menikah 4 tahun dan belum di karuniai seorang anak, serta suami yang bekerja di luar kota, hidup terpisah.
Lalu apa yang ada di pikiran orang-orang di sekitarnya?
Mungkin ada yang berpikir seperti ini,
Suami dimana istri dimana, gimana mau bisa hamil
Istrinya sibuk sih, kecapean, gimana mau bisa hamil
Harusnya istri itu ikut suami, egois sih
Kurang usaha aja itu buat punya anak
Its so negative, setidaknya buat saya.
Tapi, secara umum beberapa orang pasti berpikir seperti ini, dan ga bisa di hindari.
Tahukah mereka,
Si A, sudah melakukan segala upaya untuk memiliki anak?
Sudah memikirkan beragam cara supaya bisa hidup berdampingan, apalah yang mereka tahu masalah di dalam rumah tangga mereka?
Lalu rekan saya, si B
Single, karir bagus, keluar negeri setiap saat karena tugas, sibuk sudah pasti, dilangkahi 2 adiknya yang harus menikah lebih dulu.
Lalu, apa yang dipikirkan orang-orang di sekitarnya?
Mungkin, mereka akan berpikir seperti ini,
Mikirin karir aja sih, ga sempet mikirin diri sendiri
2 adiknya aja udah nikah, kakaknya ini terlalu sibuk sih
Udah punya uang banyak, udah ga butuh sama lelaki
Terlalu menutup diri sih
Pemilih sih kalo cari pasangan
Noted.
Its so negative.
Setidaknya, lagi-lagi buat saya
Dan lagi-lagi ga bisa dihindari.
Tahukan mereka,
Si B ini tidak pernah menutup diri terhadap laki-laki
Diantara kesibukannya, ada cita-cita untuk berkeluarga.
2 rekan saya ini, punya harapan agar hidup mereka sesuai dengan yang mereka mau, berjalan dengan seharusnya.
Lalu,
Siapa yang harus disalahkan?
Secara sadar, orang-orang dengan beribu pertanyaan ini pun tahu,
Yang namanya jodoh di tangan Tuhan,
Yang namanya punya momongan itu rejeki dari Tuhan,
Ga ada yang tahu kapan datangnya,
Terus kenapa masih ada pertanyaan yang seperti itu?
Mungkin, karena ingin menambah keakraban dengan pertanyaan basa basi, yang akhirnya jadi basi, better ga usah bertanya, just say hi...
Kalau saya bilang,
Hidup saya terlihat berjalan sesuai rencana, karena saya pribadi berusaha seperti itu, tapi siapa sangka ada apa di dalamnya?
Tetap aja, saya juga mendapat pertanyaan yang dilontarkan dari mereka.
Loh ibunya kerja, anak sama siapa?
Kok masih ngrepoti orang tua?
Ga usah kerja ajalah, urus anak aja?
Kapan mau punya anak lagi?
And bla bla bla...
Unfinished question like what i said before.
Pertanyaan saya,
Bisa ga ya mereka berpikir lebih positif, atau setidaknya memutar kata agar terdengar lebih positif untuk beberapa kasus diatas?
Seperti ini misalnya,
iya ya...namanya juga ibunya kerja, ga apa titip orang tua, suka kuatir ya sama baby sitter jaman sekarang.
Jaman sekarang, perempuan juga banyak yang kerja, secara biaya sekolah mahal ya, itung-itung bantu suami ya.
Mungkin jodohnya belum dateng sekarang, masih disimpen yang terbaik dari Tuhan.
Yang namanya rejeki siapa yang tahu, mungkin aja bulan depan udah bisa hamil langsung kembar.
Its sound positive
Tanpa meninggalkan ganjalan, justru jadi penyemangat.
Saya lebih memilih yang ini.
Apa yang dijalani orang lain belum tentu kita tahu, belum tentu pula bisa kita hadapi, bisa jadi mereka lebih hebat dari kita.
Mari memulai untuk stop memberikan pertanyaan yang setidaknya meninggalkan ganjalan.
#celoteh