Jumat, 04 November 2016

Hijab

memutuskan untuk menggunakan hijab bukan hal yang gampang rasanya buat saya...
butuh waktu pastinya.

2 kali mimpi didatangi sosok besar bercahaya putih, yang pertama di dalam ruangan, entah apa tapi rasanya dinding itu dingin berwarna coklat, dan saya sadari itu adalah tanah, kemudian saya tahu berada di dalam kubur. sosok itu cuma bertanya, kapan menutup aurat, saya cuma diam. kedatangannya yang kedua, sosok itu tetap bertanya hal yang sama, cuma saya lupa detil mimpinya, intinya ia menanyakan hal yang sama, dan saya masih diam...belum merasa bahwa ini pertanda.

suatu hari, saya dapat hadiah dari Gusti, berkah yang gak pernah saya bayangkan, melihat ka'bah secara langsung. disana saya pastinya berhijab, pulang dari sana saya berharap ada panggilan untuk berhijab dan mantap...ternyata gak juga. menjadi pertanyaan dalam diri sebenarnya, kenapa yaa kok belum terpanggil hati ini, padahal sudah ada banyak tanda...
pulang dari mekah, saya tetap jadi saya, dengan rambut yang terurai, rok pendek selutut, kata2 yang selalu bergunjing disengaja atau tidak...

tepat setelah idul fitri, 
saya 'menantang' diri saya, 
memastikan sama Gusti, mencari jawaban, kenapa blm juga merasa mantap terpanggil berhijab
saya pakai satu stel hijab syari berwarna hitam berbahan yang sudah pasti akan merasa panas...
saya minta jawaban langsung sama Gusti, saya akan pakai stelan ini selama satu hari penuh dengan perjalanan silaturahmi kesana dan kemari, jika ada setetes keringat dan saya merasa panas, memang belum mantap hati saya untuk berhijab...

nyatanya...
tidak ada setetes keringat pun hari itu, 
tidak ada rasa panas sedikit pun,
padajal cuaca panas luar biasa.
ini jawabannya??

iyaa....ini jawaban Gusti.
setelah hari itu, saya mantap berhijab.

kalo dipikir-pikir, yaa ampuunnn...saya merasa gak mantap hanya karena takut kepanasan di dalam hijab yaa...😊😊

satu hal yang unik di perjalanan awal saya berhijab...
saya pikir, dengan berhijab saya bisa jauh dari hal-hal yang negatif, atau setidaknya omongan yang negatif...
jujur...saya belum paham apa yang namanya menjaga hijab, saya hanya tahu yang penting sudah tertutup, membuktikan saya orang baik.
ternyata gak semudah itu yaa...

hijab saya banyak di coba,
cobaan-cobaan yang gak disangka, datang satu persatu bahkan menumpuk, cobaan yang saya pikir gak akan singgah di saya...
malah sempat berpikir, sebelum berhijab hidup saya penuh syukur setiap hari...setelah berhijab justru saya sempat ingin mengumpat dari Gusti.

karakter saya berubah, 
iyaa...berubah banget.

suatu hari bertemu rekan yang memutuskan berhijab,
berceritalah ia mengenai hidupnya yang sekarang sedang ada masalah,
lebih complicated.

dan ia bertanya,
"seberapa banyak cobaan lo setelah berhijab?"
saya diam

"gw ga pernah kepikiran buat berhijab, tapi setelah berhijab kok masalah makin numpuk ya...banyak"
saya masih diam

"ternyata berhijab itu bukan solusi buat build image kita jd bagus...justru sebaliknya ya...lebih susah jaga hijab..."
saya cuma senyum.

iyaa bener...
susah ternyata jaga hijab yaa...
mungkin masalah rekan saya ini lebih berat dari saya, tapi setidaknya dia sadar akan adanya Gusti disampingnya...
gimana pun caranya, jangan pernah terpikir buat lepas hijab, jangan pernah terpikir buat menyalahkan Gusti, begitu katanya...

 

Sabtu, 30 Juli 2016

TERRACE

"relantionship concept"

secangkir teh di atas meja berkayu coklat kemerahan, suasana hening sejenak selepas maghrib.

seruput teh yang masih panas, dan sendiri.

fiuhh...
sebel...
iyaa sebel...

selalu ga suka menikmati suasana selepas maghrib begini, sendirian.
apalagi, sedari pagi masih ada yang mengganjal di hati...belum selesai rasanya obrolan sama si mas, belum lega rasanya...and he isnt home right now.

tarik nafas panjang, pejamkan mata sejenak, dan berkelanalah pikiran ini,
saya pun menikmatinya.

beberapa lama dengan sosoknya,
kami tahu dan sadar betul, if relationship need a concept.

buat apa?

getting stronger.

ga mudah menjalankan hidup bersama yang akan terus monoton, akan jadi yang begini-begini saja jika tidak diwarnai.
bukan malah menjadi hal yang mudah dengan kebersamaan, justru akan menambah banyak permasalahan, apalagi jika kita ga punya pondasi kuatnya...
gampang ya ngomong...
iya...semua orang tahu soal ini.
a marriage, is not an easy thing.

kenapa suasana saat pacaran, berbeda dengan dunia pernikahan?
karena...
ada beberapa hal yang dilupakan
dan sudah tidak lagi dijadikan kebiasaan,
menganggap biasa setiap perubahan manis dan mungkin kecil saat pacaran
seperti hanya sekadar bilang...love u.

padahal,
hal simple ini yang punya peran banyak,
yang justru bisa jadi pondasi.

genggaman tangan yang selalu dilakukan, 
little kiss emoticon at chat,
something surprising with a little thing,
kecil...iya kecil
tapi...ini guna banget.

ini yang selalu saya sadari dari sosok lelaki yang selalu saya panggil...mas.

dari banyak malam yang kami lewatkan, ternyata melahirkan beberapa konsep yang kami usahakan selalu ada, saling tegur saat kebiasaan kecil tak lagi dilakukan.

touching,
percaya atau tidak, ini meluruhkan semua rasa di hati, kebiasaan kecil yang selalu mas lakukan di mobil, nyetir dengan terus pegang tangan saya, even when im fall a sleep, dan saya bisa tahu kalau dia ga pegang tangan saya, he feels something...dan saya pasti akan tanya, what happens?
dan kami selalu membiasakan untuk harus selalu menjawab...apapun itu.

hugging,
little hugging give us support n comfort each other, we believe it, recharge power, mood booster...atau sejenisnya.
kami melakukan ini everyday.

kissing,
ini si mas yang selalu membiasakan,
cuma dengan kiss, dia bisa tahu perasaan hati saya...hahaha
*ups
dia tahu, saya ga akan mau he kiss saat perasaan saya sedang ga mood, or negative feelings.
dan dia akan tanya, what happens with me, ini saatnya saya untuk menjawab, apapun itu.

memanas pipi ini, 
ingat hal-hal kecil yang selalu si mas lakukan...
dia pun percaya, give a little surprise will make this relationship stronger.
si mas hobi kasih saya coklat,
walaupun coklat yang sama, tapi cara bagaimana coklat itu sampai ke saya, itu yang selalu saya tunggu, what next.

seruput teh sekali lagi yang ternyata sudah hilang panasnya,
dan berusaha mengembalikan pengelanaan pikiran saya ke suasana menjelang malam.
tersenyum merona wajah ini.

dan sebuah mobil box merubah rona merah di wajah saya dengan kerutan di dahi...dan mulut yang semakin terbuka lebar, saat si mas tetiba muncul dengan senyuman di depan pagar.

"hai sayang..."

"kamu ngapain mas..."

dia pun melirik sesuatu yang ada di belakangnya, sesuatu yang besar diangkat 2 orang dari sebuah toko hardware

kuning...
iya...warna kesukaan saya, kuning.
dan besaaarr...

si mas meminta petugas meletakkannya di garasi...

"muka kamu kenapa gitu sayang?"

dan saya pun tidak lagi bisa mengumpatkan tawa saya...meledak.

dan ia memeluk saya.
and i say thanks...

its suprising me.

ia mengunci pintu mobil otomatis, dan mengangkat benda kuning besar itu masuk ke pekarangan rumah...sementara ia membiarkan mobil kami terparkir di luar pagar.

"teh saya?"
tanyanya

dan saya menuangkan teh ke dalam sebuah cangkir, terus tertawa.
iya...saya tertawa.

saya yang selalu suka dengan tawa perempuan ini...apapun saya lakukan untuk terus melihatnya tertawa, termasuk membelikannya tempat sampah besar berwarna kuning, yang sempat kami bahas dalam candaan kami di teras,
menyeruput teh di sore menjelang malam, sambil memandangi tempat sampah besar berwarna kuning

buat apa?

hanya untuk membuatnya terus tertawa,
dan mewujudkan semua mimpinya,
membuat surprise everyday, to show her, i love her.

simple thing,
but we know,
it works.

-every relationship has their own concept-





Minggu, 13 Maret 2016

TERRACE

"Relationship is about a support"

Mobil terparkir mundur di garasi,
2 hari yang melelahkan, menghabiskan waktu berjam-jam untuk 6 mata kuliah...

But this nite...
Here I am, back home finally

"hola sayang..."
Pintu terbuka tepat saat saya menutup dan mengunci otomatis mobil.

"hollaa darl...not sleep yet?"
Dia menggeleng sambil berjalan keluar pintu dengan 2 gelas teh panas

"comes in sayang, I made 2 cup of tea for us, wanna sit?, just accompany me to hear your day..."

This moment,
Yang selalu saya suka, duduk di teras dan menyisakan sedikit waktu kami untuk sekadar bercerita...about anything.

"anak-anak udah tidur mas?"
Tanya saya sambil menyeruput secangkir teh panas yang ia sodorkan, dan duduk di kursi bernuansa betawi

"udah...agak sore tidurnya, karena tadi siang ga tidur, sempet saya ajak berenang, tp cuma sebentar, si bungsu mulai ngantuk kayaknya jadi agak rewel..."

"ooo sempet berenang..."
Saya kembali menyeruput teh panas buatannya, yang selalu pas manisnya...i love it, lika how I love him.

"makasih ya mas, udah mau jaga anak2"

"heeiii...its okay, fokus aja sama cita2 kamu sayang...i support u, a hundred percent..."
Dan saya tersenyum, 
Dia yang selalu menggengam tangan saya in any condition...

"thank you..."
Ucap saya tanpa suara, hanya bahasa bibir...

"i love u..."
Balasnya dengan bahasa bibir, hal yang selalu dia lakukan, dan selalu berhasil membuat pipi saya panas dan memerah...

"anyway...gimana kuliahnya hari ini sayang?"

"mmhh...i have much good thing hari ini, belajar tentang hidup, pengaplikasian ilmu komunikasi dalam hidup"
Dan saya memulai bercerita...

Manusia itu, banyak dipertemukan dengan beragam kondisi, situasi dan masalah...apapun itu tergantung manusianya, bagaimana pola pikirnya. 
Pintar2 menempatkan diri, dengan siapa berhadapan dan sebagainya.
Kalo sampai saat ini kita belum kaya secara materi, itu tergantung dengan anda sebelum memasuki dunia yg baru, bagaimana anda meng-konstruksi pola pikir anda, kalau anda sudah menikah, otomatis sudah ada pola pemikiran, bagaimana nanti punya rumah, mobil untuk kendaraan saya, pasangan saya dll. Bukan lagi kata2 'kok saya ga kaya-kaya yaa..." karena ini kembali kepada, sebelumnya apa yang anda lakukan sebelum hari ini...bagaimana anda memetakan pemikiran anda sebelum hari ini, jika hari ini anda sukses, pasti karena anda telah meng-kontruksi pemikiran anda, so bukan seberapa kaya  anda, tapi bagaimana anda mampu melakukan kontruksi pola pikir anda. 
Hidup adalah sebab akibat.

Yang selalu saya kagumi dari sosok perempuan di depan saya adalah, caranya bercerita dan selalu membuat saya terkagum...
Saya yang mencoba menjadi pendengar dan partner yang baik, but I love her until this second.

Dia yang menciptakan beberapa konsep dalam our relationship, dan sejauh ini berhasil...

"kamu capek banget kayaknya, saya borehin minyak kayu putih sebelum tidur, mau?"
Dan dia mengiyakan dengan anggukannya...

End of our story at terrace