Sabtu, 30 Juli 2016

TERRACE

"relantionship concept"

secangkir teh di atas meja berkayu coklat kemerahan, suasana hening sejenak selepas maghrib.

seruput teh yang masih panas, dan sendiri.

fiuhh...
sebel...
iyaa sebel...

selalu ga suka menikmati suasana selepas maghrib begini, sendirian.
apalagi, sedari pagi masih ada yang mengganjal di hati...belum selesai rasanya obrolan sama si mas, belum lega rasanya...and he isnt home right now.

tarik nafas panjang, pejamkan mata sejenak, dan berkelanalah pikiran ini,
saya pun menikmatinya.

beberapa lama dengan sosoknya,
kami tahu dan sadar betul, if relationship need a concept.

buat apa?

getting stronger.

ga mudah menjalankan hidup bersama yang akan terus monoton, akan jadi yang begini-begini saja jika tidak diwarnai.
bukan malah menjadi hal yang mudah dengan kebersamaan, justru akan menambah banyak permasalahan, apalagi jika kita ga punya pondasi kuatnya...
gampang ya ngomong...
iya...semua orang tahu soal ini.
a marriage, is not an easy thing.

kenapa suasana saat pacaran, berbeda dengan dunia pernikahan?
karena...
ada beberapa hal yang dilupakan
dan sudah tidak lagi dijadikan kebiasaan,
menganggap biasa setiap perubahan manis dan mungkin kecil saat pacaran
seperti hanya sekadar bilang...love u.

padahal,
hal simple ini yang punya peran banyak,
yang justru bisa jadi pondasi.

genggaman tangan yang selalu dilakukan, 
little kiss emoticon at chat,
something surprising with a little thing,
kecil...iya kecil
tapi...ini guna banget.

ini yang selalu saya sadari dari sosok lelaki yang selalu saya panggil...mas.

dari banyak malam yang kami lewatkan, ternyata melahirkan beberapa konsep yang kami usahakan selalu ada, saling tegur saat kebiasaan kecil tak lagi dilakukan.

touching,
percaya atau tidak, ini meluruhkan semua rasa di hati, kebiasaan kecil yang selalu mas lakukan di mobil, nyetir dengan terus pegang tangan saya, even when im fall a sleep, dan saya bisa tahu kalau dia ga pegang tangan saya, he feels something...dan saya pasti akan tanya, what happens?
dan kami selalu membiasakan untuk harus selalu menjawab...apapun itu.

hugging,
little hugging give us support n comfort each other, we believe it, recharge power, mood booster...atau sejenisnya.
kami melakukan ini everyday.

kissing,
ini si mas yang selalu membiasakan,
cuma dengan kiss, dia bisa tahu perasaan hati saya...hahaha
*ups
dia tahu, saya ga akan mau he kiss saat perasaan saya sedang ga mood, or negative feelings.
dan dia akan tanya, what happens with me, ini saatnya saya untuk menjawab, apapun itu.

memanas pipi ini, 
ingat hal-hal kecil yang selalu si mas lakukan...
dia pun percaya, give a little surprise will make this relationship stronger.
si mas hobi kasih saya coklat,
walaupun coklat yang sama, tapi cara bagaimana coklat itu sampai ke saya, itu yang selalu saya tunggu, what next.

seruput teh sekali lagi yang ternyata sudah hilang panasnya,
dan berusaha mengembalikan pengelanaan pikiran saya ke suasana menjelang malam.
tersenyum merona wajah ini.

dan sebuah mobil box merubah rona merah di wajah saya dengan kerutan di dahi...dan mulut yang semakin terbuka lebar, saat si mas tetiba muncul dengan senyuman di depan pagar.

"hai sayang..."

"kamu ngapain mas..."

dia pun melirik sesuatu yang ada di belakangnya, sesuatu yang besar diangkat 2 orang dari sebuah toko hardware

kuning...
iya...warna kesukaan saya, kuning.
dan besaaarr...

si mas meminta petugas meletakkannya di garasi...

"muka kamu kenapa gitu sayang?"

dan saya pun tidak lagi bisa mengumpatkan tawa saya...meledak.

dan ia memeluk saya.
and i say thanks...

its suprising me.

ia mengunci pintu mobil otomatis, dan mengangkat benda kuning besar itu masuk ke pekarangan rumah...sementara ia membiarkan mobil kami terparkir di luar pagar.

"teh saya?"
tanyanya

dan saya menuangkan teh ke dalam sebuah cangkir, terus tertawa.
iya...saya tertawa.

saya yang selalu suka dengan tawa perempuan ini...apapun saya lakukan untuk terus melihatnya tertawa, termasuk membelikannya tempat sampah besar berwarna kuning, yang sempat kami bahas dalam candaan kami di teras,
menyeruput teh di sore menjelang malam, sambil memandangi tempat sampah besar berwarna kuning

buat apa?

hanya untuk membuatnya terus tertawa,
dan mewujudkan semua mimpinya,
membuat surprise everyday, to show her, i love her.

simple thing,
but we know,
it works.

-every relationship has their own concept-