Minggu, 11 Januari 2015

Cup of tea (part 1)

-ziva-

Ternyata, ini sebuah benih, karena tidak tahu ini benih apa, aku tidak menutupinya dengan apapun...

Berjalan waktu, 
tanpa sadar, 
benih ini tumbuh...aku perhatikan, jika benih ini tumbuh, maka akan merugikan banyak orang yg melintas, jadi aku masukan dia ke dalam sebuah pot kecil, karena aku yakin, dia tak boleh tumbuh, apalagi jadi subur. Aku berikan tanah secukupnya, tanpa menyiraminya, tanpa memperhatikan cahaya yang masuk ke dalam pori-pori setiap helai daunnya, ini aku lakukan supaya benih ini tidak terlalu subur. Ternyata, benih ini memanfaatkan si tanah dengan baik, tanpa sengaja tersiram hujan, dan tanpa sengaja ada di posisi terbaik untuk mendapatkan sinar matahari.

Lantas, aku ambil sebuah kotak, 
Aku masukan dia ke dalamnya, dan tidak pernah aku buka, karena dia tidak boleh keluar dari kotaknya, dan aku sama sekali tidak pernah menengoknya sedikitpun.

So, aky tidak tahu seperti apa bentuknya.

Satu hari, si kotak terasa sesak, terasa ada sesuatu yang harus aku tahu, yang harus aku akui.

Belum ada keberanian untuk membukanya, tetapi si batang2 kecil mulai menampakkan diri dari dalam kotak. Apa ini??

Aku beranikan diri untuk membukanya pelan-pelan, isi dalam kotak itu pun keluar perlahan, dan membuatku terkejut, dia besar...
Begitu besar untuk ada di dalam kotak sekecil itu.

Saat itu, aku menikmatinya, melihatnya makin membesar...menjadi sebuah pohon yang sangat besar.

Tiba-tiba, angin kencang datang, merontokkan satu persatu daunnya, aku mencoba mencari penutup kotak, tetapi tidak berhasil menemukannya. 
Kotak yang lebih besar, ya, aku butuh kotak yang lebih besar...panik membuatku tidak menemukan kotak yang lebih besar...

Bantuan datang, membawa penutup kotak kecil, ini tidak akan cukup...bantuan meyakinkanku bahwa ini bisa...dan membantuku menutupi lubang-lubang kecil, untuk si kotak kecil ini...dan tetap membuat si pohon besar nyaman di dalam kotak sekecil itu.

Bantuan, kamu berhasil meyakinkanku...

Hey bantuan,
Haruskah aku memindahkan pohon besar ini ke kotak yang lebih besar?
Atau, aku biarkan saja, hingga ia makin besar dan mati didalam kotak kecil itu?
Atau, aku bakar saja, sekarang??

Tapi Bantuan,
Bantu aku menjawab, pohon apakah ini? Atau ini bukan hanya sekadar pohon?

Aku takut Bantuan,
Ternyata ini pohon perasaanku yang makin membesar...

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar