Kamis, 08 Januari 2015

White Tea Jasmine (part 1)

-euros-

did u know, even a cup of tea not only brown...its white, red, green etc...
So i said, its u are!!!


Hai
Saya Euros (baca : yuros), tapi orang-orang di sekitar saya memanggil saya Eros, biasalah lidah masyarakat Indonesia, maunya yang simple saja...

Lelaki pekerja keras yang pernah amat sangat nakal di perjalanan hidupnya, yang saat ini mencoba untuk menjadi orang yang lebih baik.

dan...saya mencoba mengungkapkan sesuatu yang tidak boleh saya ceritakan kepada siapapun, satu orang pun di dunia ini tidak boleh tahu, dan saya hanya bisa mencurahkannya disini.

Let me storied about my colourfull life yang saya rasakan belakangan ini, beberapa bulan belakangan ini lebih tepatnya...

Dia berhasil, membuktikan bahwa hidup itu berwarna, tergantung bagaimana kita mewarnainya, bagaimana kita memilih warnanya. Malam itu, di bilang begini...

"Eros, warna itu ga hanya blue and black, there's so much colour you can choose to paint your life"

Ya...dia tahu saya hanya suka 2 warna, blue and black. Dari kata-katanya malam itu, saya menyimpulkan bahwa hidup saya ternyata terlalu kaku ya, lurus saja, rutinitas yang saya lakukan ya begitu-begitu saja setiap harinya. 

Tidak dengannya, ternyata dia mewarnai perjalanan hidupnya dengan warna yang selalu berbeda setiap hari, kalau di realita kehidupannya yang saya perhatikan dia memberi warna dengan selalu membuka hati pada siapapun orang di dekatnya, mendengar banyak curahan hati rekan-rekannya, memberikan solusi jika memang dia bisa, cara ini membuat dia berpikir lebih terbuka...inilah yang dia simpulkan bahwa hidupnya berwarna setiap hari.

Dia pecinta teh, suka sekali dengan teh, teh tubruk yang paling dia gemari, terkadang ada perasaan senang yang diluar batas kalau dia selalu membuatkan segelas untuk saya racikan teh tubruknya
Hahaha...ini lucu, perasaan apa ini.

Orang awam hanya menyadari, teh itu memiliki warna yang sama, brown. Tanpa dia sadari, dan selalu saya perhatikan karena berputar-putar di kepala saya, hal yang dia gemari sekalipun, itu memiliki banyak warna. Ternyata ada white tea, green tea, black tea etc. ini hal yang unik menurut saya. 

Dan saya mengakui, selalu ada cerita ataupun hal baru yang saya dapatkan sejak dekat dengan sosoknya...saya mengakui hidup saya pun turut berwarna walau hanya dengan kuas-kuas yang kecil dan tipis.

***

Tak pernah ku merasa
Bosan dengan kamu
Jangan engkau lupa
Apa pun tentang kamu

Loveable buat aku
Loveable buat aku...
-Abdul and the coffee theory-

Dia loveable...
Saya menyimpulkan bahwa dia loveable, karena dia memang mudah sekali di cintai orang-orang di sekitarnya, bahkan dengan bodohnya saya bilang sama dia, saya pun klepek-klepek dibuatnya

Caranya berpikir simple, caranya melihat sesuatu yang menurut saya akan sama saja dengan cara orang lain melihat sebuah masalah yang sama, tapi dia tidak...ternyata beda bagaimana caranya berpikir. Jujur, ini membuat saya semakin ingin tahu lebih dekat tentang sosoknya. Perasaan ini adalah awal dimana saya selangkah lebih berani mengenal sosok yang saya tahu ini dilarang, ini tidak boleh, tapi ada sisi lain diri saya yang ingin membiarkan langkah ini semakin dekat, walau hanya langkah yang kecil-kecil, tetapi cepat.

Rutinitas yang saya lakukan setiap harinya menjadi ringan. Bangun tidur, bersiap ke kantor, di perjalanan menuju kantor, terasa lebih nikmat dari sebelumnya, serasa ada hormon endorfin yang saya hasilkan setiap harinya, yang membuat saya happy to the limit.

"Lucu ya..."
Ini kata-kata yang selalu keluar darinya, setiap kami membahas hal-hal yang menyangkut perasaan kami. Awalnya saya merasa, apa yang lucu, saya bukan pelawak...lantas dia tertawa, tawa lepas yang sangat khas dan mau tidak mau menempel lekat di ingatan.

Kedekatan ini yang terkadang membuat sedih, kesedihan ini yang (mungkin) tidak pernah ingin saya akui, apalagi saya ceritakan...tapi terkadang rasa sedih ini dominan, menguasai pikiran bahkan diri saya..

Semakin dekat, semakin senang.
Semakin dekat, semakin sayang.

Semakin dekat....semakin sedih.

Saya selalu memilih untuk jujur dengan diri saya sendiri, untuk itu saya selalu jujur apapun yang saya rasakan tentangnya, jujur langsung mengatakan semua kepadanya.

Malam ini,
Saya harus akui...terdengar mellow dan cengeng memang,
Tapi saya nggak bisa bohong, saya teramat sangat sedih.

Karena menyadari kebingungan tentang apa yang harus dilakukan, perasaan yang semakin besar, semakin dalam, semakin takut merasakan sakitnya dan kehilangan sosoknya.

Tapi hal-hal ini memang sudah saya sadari sejak awal...

Ingin menutup bola di dalam kotak yang saya miliki lantas membakarnya paksa, hal sama yang pernah dia lakukan, menutup kotak berwarna fusianya lantas menguburnya didalam tanah

Tapi, akhirnya kotak yang dia kubur itu, diigali lagi..lalu dibersihkan dari tanah coklat pekat yang melekat di sisi-sisi kotaknya...yang artinya dia memutuskan untuk melanjutkan perasaannya.

So...??

Saya memilih untuk drawning (again) with this...








Tidak ada komentar:

Posting Komentar