Jumat, 09 Januari 2015

White Tea Jasmine (part 2)

-euros-

Bukan tak percaya diri
karna aku tau diri

Biarkanku memelukmu tanpa memelukmu
mengagumimu dari jauh
Aku menjagamu tanpa menjagamu
menyayangimu dari jauh
-Tulus-

"Gw naksir sama lu..."
Kalimat yang menimbulkan sejuta pertanyaan di kepala saya, dan saya hanya terpaku memperhatikan deretan kata yang masuk via whatsapp di handphone saya...apa ini maksudnya.

Saya pun membalas dengan rasa penasaran...dan sedikit rasa GR sejujurnya, atau mungkin banyak ya...GR banget lebih tepatnya.

"Eh...ini bercanda ya?"
Saya pun membalas pesannya
Lalu menunggu.

Centang satu...

Centang dua...

Sambil menunggu balasan, pikiran saya pun melayang, karena saat dia mengatakan ini, dia sudah masuk ke dalam list perhatian saya, list orang-orang yang saya perhatikan. List ini pun saya tiru darinya, dia punya list nama orang-orang terdekatnya yang harus selalu dia perhatikan hampir setiap hari.

Tanpa sengaja saya melirik status whatsapp nya

online...

typing...

Cemas melanda, akan jawab apa ya dia.

Tung...
Tanda bunyi message whatsapp, saya membukanya dengan rasa penasaran

"Kalo serius kenapa emang?"

Haduh...kok pertanyaan dijawab pertanyaan ya pikir saya...
Dengan cepat saya membalasnya

"Ya gpp...emang harus gimana?"

Centang satu
Centang dua

Tung

"Nah gpp kan..."
Jawabnya singkat.

Bingung
Ya...saya bingung.
Ini kenapa begini ya balasannya, kok ada rasa penasaran untuk terus bertanya ya...
Akhirnya saya mengurungkan niat untuk bertanya, tapi justru malah mengajaknya bertemu hanya untuk membahas ini.

"Kita ngobrol ya lusa di kantor, mau ga?"

"Ngapain ya?"

Saya pun kembali bingung, iya ya ngapain ya...kok saya berani ya ngajak dia...

Tung
Whatsapp message darinya

"Mau bahas tentang ini?😁"

Jawab jujur ga ya?
Umpat saya dalam hati.

"Iya...mau ga?"

"Oke...dimana?"

Obrolan ini pun berlanjut ke sebuah pertemuan, menjadi awal kedekatan kami yang intens

***

Akhirnya, malam yang dijanjikan tiba dan kami saling meluangkan waktu hanya untuk pertemuan ini. Sejujurnya, saya memaksakan diri menyelesaikan semua tugas kantor lebih cepat dari biasanya...ada semangat yang aneh, padahal kami setiap hari bertemu di kantor, walaupun kami berbeda bagian,  lantas kenapa pertemuan ini serasa istimewa ya, dan konyolnya karena ingin membahas sesuatu yang absurd. 

Just let it flow for now...

Dia pun sudah duduk manis di tempat yang telah kami tentukan.

Seceria biasanya, dia membuka obrolan dengan beberapa gosip kantor, gosip tentang atasannya, yang padahal saya juga tidak begitu kenal dengan atasannya ataupun teman-teman terdekatnya, tapi melihat keceriaannya membuat saya sedikit merasa hidupnya ceria serasa tanpa beban, padahal saya tahu tugas di bagiannya sangat banyak. Ya...mungkin begitulah dia. 

Sejam kemudian, saya belum sama sekali merasa bosan, walaupun dia terlihat dominan saat sedang bercerita karena antusias, ternyata dia pun pendengar yang baik...senyum mengembang di bibir saya melihat dia begitu memperhatikan setiap deret kata yang saya rangkai, yang mengemas tentang cerita hidup saya, ada rasa nyaman di hati.

Penasaran kembali datang, tentang obrolan di whatsapp tempo hari. walau ragu, saya memberanikan diri untuk bertanya.

"Jadi, whatsapp 2 hari lalu itu apa ya maksudnya?"

"Yang mana?"

Saya diam karena bingung dan...malu.
Nampaknya dia tahu saya bingung merangkai kata. Lalu dia pun meluruskan pertanyaan saya

"Soal gw naksir sm lu?"
Saya mengangguk aneh
Dan...dia tertawa. Damn! Kenapa dia tertawa ya.

Pernyataan naksirnya ini bukan hal sembarangan pikir saya, ini perkara panjang, and then why is she laughing? 
Lucu kah ini menurutnya? 
Heii...helloo sadarkah perempuan ini?

Tanpa sadar saya senyum meringis, dan dia melanjutkan pembicaraannya

"Eh Eros, serius banget lu, hahah...biasa aja lagi, cuma karena gw bilang naksir sama lu...hahah"

Ehh...kok kayak tanpa beban yaa dia bilang ini...apa yang ada di pikirannya ya

Tak kuasa, saya pun nyeletuk

"Eh pernyataan naksir lu ini, ga sembarangan loh...lu tau tau kan apa itu naksir?"

"Iyaa tau...kalo ga tau, ngapain juga gw bilang..."

Aneh...apa yang ada di pikirannya ya...
Lantas dia mencoba meluruskan pernyataannya, saya pun mendengarkan dengan seksama, dan ga mau terlihat kalo saya sedang salah tingkah saat itu.

"Gini yaa eros...naksir itu buat gw, cuma sekadar suka, sekadar kagum, sejak kerjasama kita di project tempo hari yang akhirnya bikin kita saling kenal, gw emang udah merhatiin lu..."

Di tengah-tengah penjelasannya, saya GR begitu dia bilang ini...
Eh...ternyata dia juga merhatiin saya ya...

"Hahaha...terus pas gw bilang naksir sama lu, karena mau tau aja gimana reaksi lu, karena setau gw, lu itu kaku banget, dan banyak yang bilang lu itu orang yang seperlunya bangeeettt..."

"Hah...cuma mau tau reaksi gw, sekarang udah tau reaksi gw?"

Dia tersenyum jail sambil angguk-angguk.

"Buat apa tau reaksi gw coba..."

"Mau tau ajaa...karena gw penasaran, masa sihh gw ga bisa bikin lu ketawa, masa iya lu orang yang kaku banget.."

Saya memasang wajah tanda tanya, dengan mengernyitkan dahi.
Buat apa pernyataan itu, kenapa mudah banget ya dia bilang definisi naksir ini, karena menurut saya, ga semudah itu banyak pemikiran sampai harus keluar kata-kata itu, tapi ini...cuma sekadar ingin tahu reaksi saya. Damn! Ini aneh...
Tapi...ini unik.
Dia unik, unpredictable.

Dan...ada perasaan yang unik mengelilingi saya...
Lantas saya melanjutkan pembicaraan

"Kalo gw, menurut gw, definisi naksir ini ga semudah yang keluar dari mulut lu yaa..lu tau kondisi kita kan..."

Dia masih tersenyum jail, sambil mengangguk-anggukan kepala dan menggoyang-goyangkan tubuhnya pelan.

"Project kemarin memang bikin kita jadi harus kerjasama dalam waktu yang lama, sedikit banyak gw tau lu...dan lu tau kondisi gw"

"Iyaa...gw tau, lu married beberapa bulan lagi kan, so sweet...ga usah dipikirin kali pernyataan gw"

Saya masih bingung...

"Eh eros...pernyataan ini ga akan merubah apa-apa kok, ga akan merubah jadwal kehidupan lu dan gw juga...dengan gw bilang ini, gw juga ga ada perasaan buat memiliki lu atau apalah itu...definisi naksir gw ini hanya sekadar kagum karena liat kerjaan lu oke banget di project kemarin...so ga usah mikir ribet deh..."

Ehh kok saya mikir ribet sih...
Tapi...iya juga ya saya mikir ribet, lucu perempuan ini mendefinisikan 'naksir' pikirannya terbuka banget, mungkin karena dia memang tumbuh di kota besar, tidak seperti saya yang berasal dari daerah.

Iya...ini tidak akan merubah apapun.
Hanya kerikil kecil menuju gerbang pernikahan.

Biarkan saya mengagumimu dari jauh.

***

You're always in my head
You're always in my head
You're always in my head

You're always in my head
Always in my...
Always in my...
-coldplay-

Yes...she is always in my head

Dari pertemuan malam itu, tanpa sengaja, tanpa sadar kami semakin dekat, semakin intens bertemu, chattingan, bercerita, berbagi tawa...tanpa benar-benar sadar setiap malam kami janjian untuk bertemu.

And i'm so happy when i'm with her.

Satu malam di tengah obrolan kami, saya menceritakan sebuah prinsip yang selalu saya ingat, jujur pada diri sendiri, tentang apa yang saya rasa, apa yang saya lakukan atau yang akan saya lakukan.

"So sorry...ga begitu paham maksudnya?"

"Iyaa...kayak yang gw ceritain tadi, dulu gw pernah frustrasi lah ya karena putus, terus bingung mau ngapain, karena hati lagi sakit banget, males sama kenyataan, jadi gw membiarkan diri gw melakukan apa yang gw mau...mau mabuk minuman pun ayokk aja saat itu..."

Dia mengangguk-angguk, entah karena paham atau karena sesuatu yang lain, karena dia sembari sibuk dengan ponselnya, bolak balik membuka aplikasi whatsapp. Ehh...kok ada perasaan ingin tahu ya...

Satu hal yang membuat saya terkesan, setelah saya bercerita, ya...saya lelaki yang dulu pernah sangat nakal, mabuk-mabukan, punya pacar sana sini, bergaul sesukanya dan kenakalan lainnya. Lantas saya pun bertanya, karena dia besar di ibu kota, pasti juga melakukan kenakalan yang sama seperti saya, hanya saja porsinya sebagai kenakalan perempuan. Lingkungannya memang dengan rekan-rekan dalam pergaulan bebas, alkohol, narkoba...bahkan free sex. tapi...dia tidak melakukan satu hal pun kenakalan itu, atau bahkan pernah mencoba, atauu... Tergiur untuk mencoba.

Penasaran kembali melanda,

"Lu ga tergoda sama sekali"

Dia menggeleng

"Ahh masa sih...ini jakarta lagi, masa lu sama sekali ga punya keinginan buat nyoba, kan kata lu tadi, temen-temen lu aja melakukan tuh...bahkan sampe free sex, masaaa sama pacar lu ga pernah sihh..."

Ups...
Ehh...ngomong apa ya saya, digampar deh nih. Kesannya saya memaksa dia untuk mengaku, yang padahal saya pun tidak tahu juga kalo ternyata memang benar yang dia ceritakan. Mudah-mudahan dia tidak punya pikiran yang aneh-aneh.

Dan dia tertawa.
Hah...kok dia tertawa?

"Gw selalu mikir, gw ini perempuan. Perempuan itu banyak ruginya kalo kata nyokap gw. gw ga pernah ngebayangin senakal itu, walaupun gw ada di lingkungan itu, kenapa kita harus ikutan nakal, kalo itu bikin kita ga nyaman, yang penting temen-temen gw nyaman ada di deket gw, gw menghargai ajakan mereka, so...mereka juga akan menghargai prinsip dan keputusan gw"

Dia menutupnya dengan senyum yang meyakinkan.

Se-simple itu pemikirannya, mungkin ini prinsipnya.

Waktu pun beranjak tengah malam, besok dia harus kembali dengan rutinitasnya yang padat, begitu pun saya.

"Udah malem banget nih, lu ga mau pulang?"

"Mau dong...besok hari apa deh?"

"Selasa..."

"Mmmhh...okay"

Kenapa ada perasaan malam ini tak ingin berakhir rasanya, tanpa benar-benar sadar saya memutar otak...buat apa ya...
Iya...buat sekadar memiliki menit-menit lebih spesial lagi dengannya.

"Lu tinggal dimana sih?"

"Gw tinggal sama tante gw, ga jauh kok...belokan deket kantor situ, lampu merah ke kiri"

"Ooohh..."

Tik tok...tik tok

"Okee...gw duluan ya ros, bye"

"Eh udah malem gini, naek apaan? Angkot udah ga ada lagi jam segini"

"Lu mau anter gw?"

Ehh...dia tau ya, okee speechless!!

"Iya...kalo lu mau"

"Ga usah...agak jauh masuk ke dalemnya, nanti lu nyesel lagi anter gw, kapok deh pasti...jauh soalnya"

"Masih jakarta juga kann..."

"Iya sihh...haha"

hening...kami saling menunggu, saya menunggu jawaban dia mau saya antar pulang, rasanya dia pasti mau, biasalah ya perempuan ngulur-ngulur waktu...okay, in three...two...one!!

"Ga usah ros...gw naek taksi aja, see you tomorrow...bye"

And then she is gone, 
Berlalu begitu saja...dengan langkah yang riang meninggalkan saya di belakang, bersama hembusan angin malam yang dingin, ditemani nyanyian jangkrik dan lolongan serigala, tetiba jadi puitis yaa...karena jawabannya yang diluar terkaan saya. Saya pun melangkah dengan senyuman.

Dia seperti permen berwarna pink dengan garis putih susu, yang terlihat biasa saja, karena kita semua tahu permen itu pasti manis, ternyata dia permen yang kalau sudah masuk ke dalam mulut, tidak cuma manis, tapi juga meledak-ledak.

She is unique
She is unpredictable.


***

Dan...pagi ini, bangun tidur, ada perasaan aneh yang mengelilingi pikiran saya.
Saya ambil ponsel, membuka aplikasi whatsapp berharap ada message darinya...ternyata tidak.
Melongok statusnya, siapa tahu lagi online...ternyata tidak.

Jari saya pun menekan aplikasi safari, dan berselancar di google, entah kenapa jempol ini mengetik...i miss you.

Di laman itu pun tersaji banyak gambar bertuliskan i miss you. Saya pun men-save salah satunya...entah buat apa.

Lantas saya buka kembali aplikasi whatsapp...menengok statusnya.

She is no longer online
Last seen beberapa menit lalu.

Ok...ada dorongan untuk mengirim gambar itu...lalu saya pun memberanikan diri untuk mengirimnya.



Dan menunggu...

Centang satu

Centang dua

She is online
But...not typing.

Setidaknya, saya hanya ingin jujur pada diri saya,

 iyaa...saya kangen.












Tidak ada komentar:

Posting Komentar