Tuhan menciptakan langit dan bumi dengan sederhana. Dan sesederhana itu juga aku bilang ke kamu kalau aku suka. Suka sama semua kelebihan dan kekurangan yang kamu punya. Dan suka cara kamu meminum teh dan menyisakannya untukku.
-anugerah secangkir teh-
sesederhana kamu bilang sayang sama aku.
Kenyataannya tidak sesederhana itu.
Tapi aku memilih untuk berpikir simple,
Atau setidaknya memilih untuk jujur.
Jujur pada diriku sendiri.
Seperti yang selalu kamu bilang.
Kaget?
Ya...pasti aku kaget begitu kamu mengucapkan kata sayang,
Hellooo...ini lebih dari kata naksir loh,
Do you know that?
Awalnya aku berpikir, kalau cuma naksir yaa...rasa itu masih bisa di simpan, dalam hati. Tapi kalau sayang, itu sudah ada lebih dalam dari sekadar naksir.
Malam ini, malam yang ke sekian kalinya kamu mengajakku melihat bintang lagi, lalu kita mengobrol tentang banyak hal seperti biasa.
Satu hal yang ga pernah kita bahas,
Kondisi...
Ya...kondisi tentang hal-hal yang pribadi sekali.
Tentang,
Kamu dengannya,
Aku dengannya.
Yang ada cuma,
Aku dan kamu, dan sesuatu atau bahkan semua hal yang mereka, orang-orang yang seharusnya dekat dan paling tahu tentang kita, justru kita yang saling lebih tahu, dan mengerti dibanding mereka.
Sesuatu hal yang mereka tidak tahu, tapi kita saling tahu.
Kamu ingin aku tahu,
Aku ingin kamu tahu,
Thats it, thats us.
Dia merasa begini juga ga ya...
Setiap hari, aplikasi whatsapp-ku selalu ada kata...
"Love u Ziva😘😘"
Setiap hari.
Dia mengirimkan ini setiap hari,
Tanpa aku balas.
Duh Gusti...
Aku nggak berani lebih dalam, tapi ga bisa bohong, ada rasa aneh yang terus menari-nari, inikah istilah...
'Butterfly in my stomach'
***
"Eros..."
"ya..."
"Nama lu tuh bagus ya?"
"Hah? Emang tahu arti nama gw"
"Nama lu itu kan sebenernya Euros..."
Lantas saya mengeja kelima huruf namanya
E...U...R...O...S
"seharusnya pengucapannya yuros, tapi kenapa ya orang-orang manggilnya eros?"
Tanyaku.
"Namanya juga lidah orang Indonesia zi, biar gampang aja, yuros tuh terlalu kebarat-baratan ga sihh...secara muka gw ga bule-bule banget haha..."
"Iyaa...ga cocok, muka lu kayak mas-mas..."
Hahahhaa...
Saya suka dengan arti namanya,
Euros itu adalah salah satu dewa angin di mitologi yunani, ada 4 dewa angin yang diceritakan, sesuai dengan arah mata angin, euros adalah dewa angin timur yang diasosiasikan dengan musim gugur dan hujan, simbolnya adalah vas terbalik yang berarti kucuran air.
Dia memiliki 2 unsur kehidupan dalam namanya, air dan angin. Bagus ya...
"Lu tahu dari mana arti nama gw itu zi"
Tanyanya setelah aku menceritakan hasil browsingan namanya di google
"Dari google lah, gw suka cerita-cerita tentang mitologi dewa dewi yunani, bagus taukk...pas lagi browsing nama dewa apaa gitu, eh ada nama lu hihihii..."
"Terus..."
"Terus apa..."
"Ooo...ga ada lagi ya, kirain jadi jatuh hati gitu sama gw...hahah"
"Iiisshhh...pedee luu..."
Iya...
Aku sudah mulai jatuh hati ros.
Jatuh hati sama kamu.
***
Will you cater to every fantasy I got?
Will you hose me down with holy water, if I get too hot?
Will you take me places I've never known?
After a while you'll forget everything
It was a brief interlude and a midsummer night's fling
And you'll see that it's time to move on
I'd do anything for love-Meat Loaf
Aku membaca jadwal penerbangan yang terpampang di dekat pintu kedatangan.
Just landed.
Tung
Message whatsappku berbunyi
"I just landed, saya ambil bagasi dulu ya...miss you so bad zi😘😘"
Tanpa senyum,
Tanpa ekspresi begitu aku membaca pesan ini, dan menutup ponsel tanpa membalas.
Message dari Dion, adalah sesuatu yang selalu aku tunggu setiap saat, sedikit saja tanda whatsapp berbunyi, aku langsung yakin itu message darinya, lantas aku langsung meraihnya dan selalu membalasnya dengan ceria. Tapi kini, ada rasa yang menutupi itu.
Ada sesuatu yang aneh,
Rasanya ia datang dengan terpaksa, setelah aku memintanya dengan paksa untuk memastikan tanggal lamaran, begitu dia bilang pasti dengan tanggalnya, aku langsung memesan tiket agar dia berangkat ke Jakarta, aku ga mau lagi batal hanya karena tidak dapat tiket yang ia pesan secara mendadak bahkan membelinya langsung di bandara untuk penerbangan saat itu juga. Ia dapat cuti selama 2 minggu di Jakarta, ini berarti 14 hari dari hari ini, dan tanggal lamaranku 12 hari lagi, 2 hari kemudian dia harus kembali dengan kesibukannya.
Tak apa, setidaknya ia sudah disini, dan lamaran pasti akan berjalan sesuai rencana.
Aku melihatnya di pintu kaca, ia berjalan dengan begitu gagahnya, kaos berkerah marun yang simple dengan padanan blue jeans pekat, dan topi hitam serta kacamata hitamnya, menyeret kopernya dengan tangan kanan dan ponsel yang ditempelkan di telinga sebelah kirinya, siapa yang tidak terpesona dengan penampilannya, kulit putih bersih, rentetan gigi yang rapi saat ia tersenyum, dan suara khas nya yang berat, ini salah satu yang membuat aku tertarik dengannya sejak duduk di bangku kuliah semester awal, dan dia adalah senior yang sempat mengospekku, padahal beda jurusan...dan kami baru resmi jadian saat ia telah lulus kuliah dan aku sedang menyusun skripsi saat itu. Salah satu sosok yang digemari banyak perempuan di kampus, gonta ganti pasangan, tetapi awet pacaran 5 tahun denganku dan kini sukses di tanah borneo, dalam waktu yang begitu singkat setelah ia lulus dari kuliahnya. Siapa yang makin ga tergila-gila dengan sosoknya, yang bahkan akan melamar si itik buruk rupa macam aku ini...semua orang tertawa pastinya.
"Haii honey...are you missing me?"
Dia memelukku seperti biasa. Masih dengan ponsel yang tertempel di telinganya, aku menunggunya hingga selesai dengan percakapannya itu.
"Hold on...hold on, wait a moment please..."
Ia menghentikan percakapannya, tapi tidak menyudahinya.
"Zi, kamu kok bengong aja, mobilnya kamu parkir dimana...yuk sekalian kita jalan kesana aja..."
Aku hanya mengangguk dan berjalan di depannya menuju tempatku memarkir mobil.
Sesampainya di mobil, ia masih sibuk dengan ponselnya, lantas aku duduk di kursi kemudi, setelah ia masuk ke dalam mobil, aku nyalakan mesin tanpa basa basi.
Di tengah perjalanan, ia merubah rencana.
"Zi, kita mampir ke kantor pusat ku dulu ya...sebentar aja kok taro berkas, abis itu baru ke apartemen aku...boleh ya honey?"
Aku hanya berdeham sambil mengangguk, dan berbelok ke arah sudirman.
Aku pikir sebentar itu, hanya meletakkan berkas lantas langsung kembali ke mobil dan beranjak ke apartemennya, because he promised me, we have a little dinner this night.
Ternyata lama, dan langit mulai gelap, bukan mulai gelap, tapi...sudah gelap, dan aku masih di dalam mobil menunggunya.
Begitu lama akhirnya ia muncul, membuka pintu dan aku menutup buku yang sedang aku baca, lalu tancap gas.
"Maaf yaa zi...tadi aku ketemu bos aku, dia tau aku ke Jakarta hari ini, jadi besok dia ajak aku dinner sama klien-klien yang di Jakarta..."
Dia terhenti,
"Ehh iya...kita kapan ya mau dinner zi?"
Aku hanya meliriknya,
"This night.."
Jawabku singkat
Dia menepok jidatnya,
"Aduhh...aku lupa, maaf ya..tapi kemaleman kayaknya ya..."
Aku melambungkan pikiranku entah kemana, yang pasti tidak disampingnya yang sedang berceloteh, entah tentang apa...telingaku tidak mampu menangkap suara-suara rasanya.
Sesampainya di apartemen, ia meletakkan kopernya dan langsung menuju kamarnya, lantas terlelap.
Aku pun melangkahkan kaki keluar apartemen, menuju parkiran mobil, menyalakan mesin, dan berharap ini adalah mesih waktu, aku ingin kembali ke saat-saat aku menjadi ceria.
Entah mau kemana ini,
Aku butuh teh...
Aku butuh sendiri,
Aku butuh tenang,
Dan terlelap hingga matahari membangunkanku dengan paksa.
***
Tung...
"Happy sunday ziva..."
Message whatsapp yang membuatku mendapatkan sedikit suntikan energi,
Eros.
Aku membuka dan membacanya, bingung harus membalas apa, berkata jujurkah, berceritakah...atau apa?
"I need a little power..."
Entah kenapa aku ingin sekali mengetik kata-kata ini.
"Ziva, are u okay?"
"I need someone to hang on..."
Balasku, entah aku mau bilang apa sama eros, hanya bisa mengetik kata-kata ini, yang ada di hati dan pikiranku saat ini.
Aku menutup aplikasi whatsapp-ku
Lantas kembali online, banyak message dari eros, dia kuatir denganku...
"Ziva, let me know, what happen to you?" (10:56)
"Ziva.." (10:59)
"Hellooo...ziva..." (11:11)
"Dont make me worry please...answer me" (11:25)
"Ziva...i know you are online..."
Lalu aku menjawabnya dengan kebingungan.
"So sorry, i cant tell you here..."
"Okay, i will pick you up...for an hour, is it okay?"
"Yess..."
Jawabku singkat
"Let me drawning in my pillow for 5 minutes"
Lanjutku.
"Take your time, and wait for me..."
Aku menangis,
Tenggelam dengan pikiranku diatas bantal kesayanganku.
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar